Tuesday, May 17, 2011

Ketakutan yang tak terlihat

Ai yang berlumuran darah Conan
Kali ini adalah cerita tentang Ai Haibara. Maklum lah kalau cerita tentang Ai lebih seru soalnya selalu diikuti jubah hitam.

Nah, kasus yang ini kejadiannya di sebuah bis saat conan dan detektif cilik mau main ski. Tapi profesor Agasa flu berat soalnya dia nonton video cara main ski sampai malam. jadinya dimarahin anak anak deh. Terus pas lagi ngobrol ngobrol, ada laki laki yang pake baju hitam hitam dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tapi kata Haibara itu bukan anggota organisasi karena Ai tau baunya. Pas kasus yang aku tulis sebelumya tuh yang ada si Pisco, sebenernya Ai udah ngerasain bau bau orang organisasi. Cuma Ai ga begitu yakin, soalnya dia ngerasa ada seorang lagi yang lebih mengerikan dari Pisco, yaitu Vermouth.
Lalu Ai langsung minta tukar tempat duduk sama Conan. Soalnya dia udah nyium bau orang organisasi di Bis itu. Habis itu datanglah Dr Araide sama Bu Jody. Mereka duduk di depan Conan n Haibara. Pas bis udah penuh ada dua orang yang udah pake pakaian ski. Ternyata mereka adalah pembajak bus yang ingin bos mereka. Kunio Yashima dibebaskan. yashima adalah pencuri berlian yang sudah ditangkap polisi. Pas Conan mau menelepon pakai telepon antingnya.. eh.. malah dirampas. Padahal dia udah yakin ga akan ketahuan. Ada orang yang duduk di paling belakang yang memberi tahu temannya di depan! Orang yang duduk di belakang ada Shuichi Akai yang batuk terus, Yashuhiko machida yang pake alat pendengar, sama Miharu Tomino yang makan permen karet.
Polisi yang mau bertindak pun ga bisa apa apa. Soalnya pelaku membawa pistol n bom. Abis itu si Ai merasa tertekan sama seperti saat dia bertemu dengan Vermouth. Ai takut banget kalau kalau identitasnya ketahuan di bus itu. Bisa bisa semua temannya dibunuh, termasuk Conan!! Tiba tiba Bu Jody nengok ke belakang. Terus pas lihat ke Ai yang mukanya ditutupi jaket merah, Si bu Jody nanyain namanya. Ai langsung memberi kode kepada Conan dengan menggenggam tangannya. Untung si Conan ngerti. Conan bliang “kami baru ketemu dia. dia sangat ketakutan.”
Conan mulai menganalisis orang orang yand duduk di belakang. Shuichi batuk batuk pasti bisa ngasih tau ke yang di depan, tapi Profesor juga batuk. Yashuhiko pake alat pendengat, bisa aja dia ngasih tau yang di depan. tapi ang di depan ga pake alat pendengar. Akhirnya yang paling mencurigakan adalah yang makan permen karet. tapi masa suara permen karet sampe kedengeran ke depan?
Nahh..  Karena di sana ada sandra dan para penjahat mengencam akan meledakkan bom ditengah kota, akhirnya polisi membebaskan Kunio Yashima. Dan si penjahat itu berkata akan membebaskan 3 orang dahulu. Dikirain bener mau bebasin 3 orang. Eh taunya, Dr Araide sama Shuichi disuruh ngegantiin si penjahat. Jadi nanti pas turun penjahat itu yang lari. Dan pasti Dr Araide dan Shuichi  yang bakalan ditangkap sebagai tersangka. Sebagai jamninannya, penjahat itu membawa seorang penumpang, yaitu perempuan yang makan permen karet. Conan jadi sadar. Salah satu anggota penjahat itu adalah perempuan yang makan permen karet itu.
Conan pun menyusun rencana. Conan meminjam lipstik milik Bu Jody. Conan menghubungi anggota detektif cilik  yang lain dengan lencana detektif. Lalu Conan menuliskan STOP di atas papan ski yang berisi bom. Lanssung deh si sopir ngerem ngedadak. Hal ini membuat si penjahatnya jatuh. Detektif cilik dan penumpang lainnya langsung menangkap si penjahat. Ketika Ibu Jody melumpuhkan salah seorang dari penjahat itu, penjahat itu nanya, "siapa sebenarnya kamu ini?" lalu Ibu Jody menjawab "It's a big secret. A secret makes a woman woman." Itu kan kata kata yang suka diucapkan Vermouth. Siapakah Ibu Jody ini? Tapi karena penjahat tadi jatuh, pemicu bom yang ada di jam tangan jadi aktif. Dan bom akan meledak dalam waktu 30 detik lagi.
Semua penumpang langsung turun dari bus. tapi ketika semuanya sudah turun, Conan baru sadar tidak ada Ai disana. Ai berencana untuk bunuh diri disana. Sebab Ai berfikir, tidak ada gunanya Ai ada didunia lagi. Sebab hanya akan membahayakan teman temannya. Dia takut orang orang yang disayanginya akan dibunuh juga seperti orang tua dan kakaknya.
Conan pun langsung naik ke bis, menembak kaca belakang bis, dan menyelamatkan Ai dengan keluar dari jendela tersebut. Bersamaan dengan mereka keluar, saat itulah bom meledak. Conan menasihati Ai agar dia tidak lari dari takdirnya. Dan Conan menyuruh polisi untuk segera membawa Ai ke rumah sakit karena Ai mengalami pendarahan yang cukup hebat. Padahal darah yang menempel di Ai adalah darah milik Conan. (mau maunya ya berkorban sampe segitunya hehe)
Wahhhh keren kan? Tunggu sinopsis tentang Ai dan Jubah hitam yang lainnya...
Please comment!

Sumber : Conan vol. 29
By: VaniAlicia

3 comments: